Ramadhan, Konser ST12 Masih Tetap Ricuh

Posted: 7 Agustus 2011 in News
Tag:
 
Lady GaGa sekali lagi bakal bermasalah dengan hukum, terkait hak cipta. Setelah lagu Born This Way, sekarang giliran lagu berjudul Judas yang dirilis awal tahun ini.

Sebuah tuntutan atas tuduhan penjiplakan pun telah dilayangkan oleh Rebecca Francescatti untuk penyanyi yang sering tampil dengan gaya nyentrik ini. Rebecca menganggap bahwa salah satu single dalam album Born This Way, Judas, terlalu mirip dengan lagu yang diciptakannya di tahun 1999, berjudul Juda.

Dalam surat tuntutan resmi yang dilayangkan pada pengadilan federal awal bulan ini, Rebecca menyatakan bahwa mantan pemain bass-nya, Brian Gaynor, sekarang bekerja untuk perusahaan musik yang bertanggung jawab dalam pembuatan 7 lagu dalam album terbaru Lady GaGa ini.

“Walaupun lagunya punya gaya yang berbeda, komposisinya sama dan chorus-nya dimainkan dengan melodi yang sama. (Francescatti) mencari keadilan atas apa yang sudah diciptakannya” ujar pengacara Rebecca pada TMZ. Sampai berita ini diturunkan, masih belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak GaGa. Konser musik bertajuk Safari Ramadhan dengan menghadirkan grup musik ST12 di Alun-Alun Kota Rembang, Jumat (5/8) malam diwarnai kericuhan.

Kericuhan dipicu oleh sebagian penonton yang sudah tidak sabar menyaksikan penampilan Muhammad Charly van Houten alias Charly dan kawan-kawan di atas pentas. Sehingga terjadi aksi saling lempar botol minuman mineral antar penonton.

Ironinya, geger itu terjadi ketika Ustadz Muhammad Fauzi Arkan dari Salatiga sedang memberikan ceramahnya kepada sekitar 10.000 penonton yang telah memadati Alun-Alun Kota Rembang sejak selepas shalat maghrib.

Namun, kericuhan tidak berlangsung lama karena aparat keamanan dari unsur Polisi, TNI, dan Satpol PP sigap meredakan suasana dengan mengamankan dua orang yang diduga sebagai biang ricuh.

Sementara itu Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menyesalkan ricuh antar penonton tersebut. Padahal organisasi otonom di bawah Nahdlatul Ulama itu sebelumnya telah menyampaikan sejumlah saran.

“Apalagi kericuhan terjadi saat Ustadz Muhammad Fauzi Arkan memberikan ceramahnya. Itu sangat kami sesalkan,” kata Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Rembang, Sumarsono Sugeng, Sabtu (06/08).

Sebelumnya, GP Ansor Kabupaten Rembang memang menilai pentas musik yang digelar pemerintah kabupaten setempat saat Ramadhan tidak etis dan mengganggu ibadah umat Islam di bulan suci itu.

Pentas musik itu digelar di tengah semangat Pemkab menutup kafe dan karaoke selama Ramadhan adalah sebuah ironi, dan mengisyaratkan inkonsistensi kebijakan pemerintah kabupaten setempat. Mestinya pentas musik tidak digelar begitu saja.

“Kami juga sudah katakan bahwa pentas musik selalu identik dengan anak-anak muda dan memiliki kerawanan konflik yang tinggi. Apalagi digelar pada malam hari di saat sebagian umat Islam bertadarus di masjid yang berada tepat di sisi alun-alun,” katanya.

Ia hanya berharap semua pihak bisa menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran, agar tidak terulang pada masa mendatang.

source : kapanlagi.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s